Langsung ke konten utama

Metode belajar SOCRATES dan Kemajuan Teknologi



“BERTANYA”
Metode belajar SOCRATES
dan
Kemajuan Teknologi

Oleh
I Made Nuhari Anta

Socrates (470 SM - 399 SM) adalah filsuf dari Athena, Yunani dan merupakan salah satu figur tradisi filosofis Barat yang paling penting. Socrates lahir di Athena, dan merupakan generasi pertama dari tiga ahli filsafat besar dari Yunani, yaitu Socrates, Plato dan Aristoteles. Socrates adalah yang mengajar Plato, dan Plato pada gilirannya juga mengajar Aristoteles.
Metode Socrates (Socrates Method), yaitu suatu metode pembelajaran yang dilakukan dengan percakapan, perdebatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang saling berdiskusi dan dihadapkan dengan suatu deretan pertanyaan-pertanyaan, yang dari serangkaian pertanyaan-pertanyaan itu diharapkan siswa mampu/ dapat menemukan jawabannya, saling membantu dalam menemukan sebuah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang sulit.
Metode pembelajaran Socrates bukanlah dengan cara menjelaskan, melainkan dengan cara mengajukan pertanyaan, menunjukkan kesalahan logika dari jawaban, serta dengan menanyakan lebih jauh lagi, sehingga para siswanya terlatih untuk mampu memperjelas ide-ide mereka sendiri dan dapat mendefinisikan konsep-konsep yang mereka maksud dengan mendetail. Inti dari metode  belajar Socrates adalah “bertanya”.
Kemampuan seseorang dalam bertanya ditentutkan oleh seberapa besar motivasi dan keseriusan soseorang dalam belajar. Semakin besar rasa ingin tau seseorang terhadap sesuatu maka semakin sering pula orang tersebut bertanya tentang hal yang ingin diketahuinya. Hal ini jelas menandakan bahwa rasa ingin tau memotivasi seseorang untuk bertanya.
Dalam berbagai kesempatan, orang secara tidak sadar telah belajar kepada lingkunganya. Ketika seseorang menanyakan tentang sesuatu hal, menurut Socrates itu adalah proses belajar. Pada saat orang telah belajar maka akan ada hal baru yang sebelumnya tidak tau menjadi  tau. Setelah mengetahui maka yang diketahui tersebut di sebut pengetahuan.
Pegetahuan yang dimiliki oleh seseorang hanya terbatas pada pengetahuan secara pribadi. Ketika pengetahuan tersebut telah diuji dan dibuktikan kebenarannya secara ilmiah maka selanjutnya pengetahuan itu disebut dengan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan akan berkembang seiring dengan kemampuan berpikir manusia.
Perkembangan ilmu pengetahuan dewasa ini, lebih berfokus pada ilmu teknologi. Tingginya penggunaan teknologi dunia menyebabkan semakin gencarnya riset di bidang teknologi. Berbagai pertanyaan dan spekulasi bermunculan tentang pentingnya teknologi untuk kehidupan di masa yang akan datang. Sehingga teknologi sering kali dijadikan ukuran kemajuan sebuah bangsa atau Negara.
Jika melihat dari cara berpikir Socrates, orang-orang akan terus bertanya dan menggali tentang kebenaran berteknologi. Karena pada dasarnya jika manusia gagal dalam memanfaatkan teknologi maka akan berdampak pada kelangsungan hidup manusia. Contoh kecil dalam sebuah riset teknologi robot, orang orang yang paham tentang kebenaran berteknologi maka akan memanfaatkan kecanggihan teknologi robot tersebut untuk hal yang positif. Namun, hal ini akan berlaku sebaliknya jika orang yang belum memahami tentang kebenaran bertonologi maka akan memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk hal hal negative. Hal inilah yang kemudian menyebabkan kehancuran bagi manusia itu sendiri berserta seluruh alamnya.
Perlu dicermati bahwa ketika adanya  kekuatan besar maka akan ada tanggung jawab yang besar. Jika manusia tidak bertanggung jawab atas kekuatan besar yang diciptakannya maka niscaya kekuatan besar itu pula yang akan menghancurkannya. Socrates telah mengambarkan bahwa dengan bertanya akan menelanjangi ketidaktahuan manusia, yang menganggap benar banyak hal tapi sesungguhnya salah. Termasuk dalam hal menelanjangi ketidaktahuan manusia terhadap dampak negative teknologi  yang selama ini dianggap sebagai sebuah keberhasilan dan kemajuan***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinamika Perubahan Kurikulum Dari KTSP 2006 ke Kurikulum 2013

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah sebuah kurikulum operasional pendidikan yang disusun dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan di Indonesia. KTSP secara yuridis diamanatkan oleh Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijabarkan ke dalam sejumlah peraturan antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. KTSP menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik sec...

SEJARAH EVOLUSI AGAMA HINDU DI BALI

                 Keberadaan Agama Hindu di Bali Berakhirnya zaman prasejarah di Indonesia ditandai dengan datangnya bangsa dan pengaruh  Hindu . Pada abad-abad pertama Masehi sampai dengan lebih kurang tahun 1500, yakni dengan lenyapnya  kerajaan Majapahit  merupakan masa-masa pengaruh Hindu. Dengan adanya pengaruh-pengaruh dari India itu berakhirlah zaman prasejarah Indonesia karena didapatkannya keterangan tertulis yang memasukkan bangsa Indonesia ke dalam zaman sejarah. Berdasarkan keterangan-keterangan yang ditemukan pada prasasti abad ke-8 Masehi dapatlah dikatakan bahwa periode sejarah Bali Kuno meliputi kurun waktu antara abad ke-8 Masehi sampai dengan abad ke-14 Masehi dengan datangnya ekspedisi Mahapatih  Gajah Mada  dari Majapahit yang dapat mengalahkan Bali. Nama Balidwipa tidaklah merupakan nama baru, namun telah ada sejak zaman dahulu. Hal ini dapat diketahui dari beberapa prasasti, di antaranya dari...

PENGARUH PENERAPAN SISTEM ZONASI TERHADAP PPDB

Sistem zonasi PPDB 2019 diperotes sebagian kalangan orang tua siswa karena dianggap rumit. Karena calon peserta didik baru kesulitan mendapatkan sekolah favorit   atau unggulan yang di inginkan oleh peserta didik. Karna sistem zonasi ini bertujuan untuk menghilangkan stigma sekolah favorit   atau unggulan, ditambah untuk menyamaratakan pelayanan pendidikan di setiap sekolah, daerah pesisir atau perkotaan. Penerapan sistem zonasi ini juga mengharuskan peserta didik untuk menempuh pendidikan di sekolah yang memiliki radius terdekat dari domisilinya masing-masing. Berdasarkan permendikbud nomor 51/2018 diatur PPBD melalui Zonasi. Seleksi calon peserta didik dengan memprioritaskan jarak tempat tinggal ke sekolah dalam Zonasi yang ditetapkan. Jarak tempat tinggal yang di maksud adalah dihitung berdasarkan jarak tempuh dari tempat tinggal atau dari tempat domisili menuju sekolah. Jika jarak tempat tinggal sama, maka yang diprioritaskan adalah calon peserta didik yang me...